Apakah Uni Eropa?

Salah satu pertanyaan lain yang muncul lewat media sosial BBC Indonesia dari Maulana Canvill yang menanyakan tentang Uni Eropa.

Uni Eropa adalah kemitraan ekonomi dan politik dengan anggota 28 negara. Organisasi ini dimulai setelah Perang Dunia II untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, dengan harapan negara-negara yang menjadi mitra dagang akan menghindari perang satu sama lain.

Uni Eropa berkembang menjadi “pasar tunggal” sehingga barang dan orang dapat berpindah secara bebas.

Organisasi ini juga memiliki mata uang tunggal, euro, yang digunakan oleh 19 negara anggota, parlemen sendiri dengan sejumlah peraturan termasuk lingkungan, transportasi, hak konsumen sampai biaya ponsel.

Dalam waktu dekat Inggris ditaksir akan mengalami efek domino di bidang ekonomi skala besar akibat keluar dari Uni Eropa, yang selama ini memungkinkan pergerakan bebas barang dan manusia.

Dampak buruk ekonomi itu tidak hanya dalam kaitan antara Inggris dan 27 negara anggota Uni Eropa, tetapi juga antara Inggris dengan negara-negara di luar Eropa.

Hal itu disampaikan oleh dosen senior SOAS, Universitas London, Dr Ben Murtagh, yang fasih berbahasa Indonesia dari Departemen Asia Tenggara.

“Karena pasti ada banyak pusat perusahaan, pusat bank, dan lain sebagainya yang berada di Inggris karena Inggris berada di dalam Uni Eropa. Kalau Inggris tidak lagi di dalam Uni Eropa, mungkin kantor pusat perusahaan, bank dan lain sebagainya akan pindah ke negara-negara lain dan pasti itu masalah besar,” jelas Murtagh dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir, Senin (27/06).

Menteri urusan bisnis Inggris, Sajid Javid, telah mengeluarkan seruan agar dunia usaha tidak panik menyusul hasil referendum yang menunjukkan mayoritas rakyat Inggris memilih keluar dari Uni Eropa atau sering disebut ‘Brexit’.

“Fundamental ekonomi kita tetap kuat. Fundamental-fundamental itu cukup kuat untuk menghadapi volatilitas pasar jangka pendek,” tegasnya.

Anggaran/Ekonomi

Negara anggota Uni Eropa lain harus mengisi setidaknya setengah sejumlah kekurangan dari hilangnya kontribusi dana Inggris kepada Uni Eropa. Total kontribusi Inggris untuk anggaran Uni Eropa untuk tahun 2016 adalah 19,4 miliar euro, termasuk pemotongan tarif dan pajak impor. Inggris menerima sekitar 7 miliar euro dari subsidi regional dan pertanian. 

Jerman, negara anggota Uni Eropa terbesar, akan mau tak mau harus menyediakan uang tunai ekstra untuk menutupi celah ini. Institut Jerman, Ifo, memperkirakan dana yang diperlukan mencapai 2,5 miliar euro. UniCredit menyatakan akan terdapat sejumlah kekurangan di zona euro namun akan dapat teratasi. Sektor perdagangan, keuangan dan faktor ketidakpastian diperkirakan akan menyebabkan kondisi keuangan yang lebih sulit dan penundaan investasi. Uni Eropa akan menurunkan perkiraan produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,5-1,0 persen dari saat ini yang sebesar 1,6 persen.


Perdagangan

Negara-negara anggota Uni Eropa mengalami surplus neraca perdagangan sekitar 100 miliar euro dalam perdagangan dengan Inggris. Sementara nilai ekspor Inggris lebih besar 20 miliar euro ketimbang nilai impornya. Kondisi serupa juga berlaku di bidang jasa keuangannya.

Banyak ekonom memperkirakan Brexit akan setidaknya, untuk sementara, mengurangi pertumbuhan Inggris. Faktor ketidakpastian juga akan memengaruhi permintaan domestik dan melemahkan mata uang pound sterling. Ini akan berimplikasi terhadap kinerja ekspor Uni Eropa ke Inggris, yang nilainya mencapai sekitar 2,6 persen dari total PDB Uni Eropa pada 2014.


Diperkirakan terjadi “kejutan dari sisi permintaan” di Inggris yang terkait dengan kemungkinan tarif impor baru. Pegiat gerakan Brexit menilai Uni Eropa akan ingin membentuk kesepakatan perdagangan bebas dengan Inggris, meskipun Inggris keluar dari blok itu. 

Satu-satunya ekspor bidang jasa Uni Eropa yang tak akan berpengaruh adalah sektor wisata ke Inggris.

Investasi
Inggris merupakan destinasi penanaman modal asing Uni Eropa yang terbesar, menurut data daro UNCTAD, dengan rata-rata mencapai US$56 miliar per tahun pada periode 2010-2014. Negara EU lainnya hanya memiliki jumlah penanaman modal kurang dari jumlah ini.
Sekitar 72 persen investor dalam kajian EY di tahun 2015 menyatakan bahwa akses memasuki pasar tunggal Uni Eropa merupakan faktor utama penanaman modal mereka di Inggris. Diperkirakan, para investor akan mencari akses dari negara lain jika Inggris tidak dapat menyediakan pintu masuk ke pasar tunggal Uni Eropa sehingga mencari akses kenegara lain.

Imigrasi
Warga imigran atau ekspatriat akan menjadi kubu yang paling menderita jika Inggris keluar dari Uni Eropa. Berbagai kebijakan soal imigran di Inggris akan mengalami perubahan drastis.

Jumlah imigran di Inggris tahun 2015 mencapai 333 ribu orang, selalu naik 100 ribu setiap tahunnya sejak 1998. Usai referendum yang memenangkan “keluar” dari UE, para ekspatriat Eropa di Inggris terancam dideportasi. Menurut laporan CNN, warga Eropa di Inggris mengaku resah.

Brexit juga akan mengancam 1,2 juta pekerja imigran di Inggris yang datang dari negara-negara Eropa Timur. Menurut data Reuters, pada 2014 sebanyak 853 ribu pekerja imigran Inggris berasal dari Polandia, 175 ribu dari Romanua dan 155 ribu dari Lithuania.
Negara Eropa dengan ekonomi besar lainnya, Jerman, juga diperkirakan akan kedatangan lebih banyak imigran Uni Eropa dengan keluarnya Inggris. (ama/stu) Dampak dari hasil voting tersebut juga melihat hubungan Inggris dan Uni Eropa ke depan. Berikut dampak ekonomi dari hasil voting tersebut, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (24/6/2016).

PertumbuhanEkonomi:

– Ekonomi Inggris akan lebih melambat karena keluar dari Uni Eropa ketimbang tetap bertahan di Uni Eropa. Hal itu berdasarkan proyeksi pemerintah, bank sentral Inggris, ratusan akademis, organisasi internasional dan British Research Institutes. Menteri Keuangan Inggris George Osborne memperingatkan soal resesi. Bank sentral Inggris juga menyatakan ada perlambatan dampak keluar dari Uni Eropa. Selain itu, kemungkinan referendum di Skotlandia juga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain ekonom yang mendukung pro Brexit mengatakan kalau meninggalkan Uni Eropa dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi meski memang awalnya akan turun.OECD dan IMF menyatakan Inggris keluar dari Uni Eropa akan memukul Uni Eropa dan berdampak ke negara lainnya. Pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS)/The Federal Reserves Janet Yellen menyatakan pada pekan lalu kalau referendum dapat mempengaruhi ekonomi global dan pasar keuangan. Bila Ingris keluar dari Uni Eropa juga berdampak terhadap prospek ekonomi AS karenanya pertumbuhan ekomoni inggris melambat.

Kebijakan Moneter:

-Pimpinan bank sentral Inggris/Bank of England Mark Carney menyatakan kalau bank sentral akan memangkas suku bunga acuan dari level 0,5 persen jika Inggris keluar dari Uni Eropa. Bank sentral akan mendorong pertumbuhan ekonomi seiring inflasi tinggi lantaran mata uang poundmelemah.

Mata Uang:

Sebelum referendum, analis memperkirakan kalau mata uang pound akan jatuh. investor termasuk manajer investasi memperkirakan pound akan sentuh level terendah terhadap dolar AS di kisaran US$ 1.35. Miliarder George Soros juga memperkirakan poudn akan sentuh level US$ 1.15. Pada perdagangan Jumat pekan ini, pound ditransaksikan di level US$ 1.33.

Pekerjaan:

Sejumlah pihak memprediksi tingkat pengangguran akan naik setelah Inggris keluar dari Eropa. Saat ini tingkat pengangguran Inggris berada di level terendah dalam 10 tahun di kisaran 5 persen. (Ahm/Ndw)

Inggris akan mengambil keputusan bersejarah tanggal 23 Juni mendatang, apakah akan tetap menjadi anggota atau justru keluar dari keanggotaan Uni Eropa, yang tentunya akan menimbulkan dampak sangat besar bagi dunia usaha.

Meskipun referendum yang akan dilaksanakan 23 Juni masih beberapa bulan lagi, prospek ketidakpastian selama berbulan-bulan telah meresahkan para investor dan menekan nilai poundsterling ke tingkat terendah dalam tujuh tahun terakhir.

Beberapa pengusaha besar telah menyatakan secara terang-terangan dukungan atas kampanye supaya Inggris tetap menjadi anggota blok 28 negara Eropa itu, tetapi ada arus sentimen yang menyerukan Inggris keluar dari blok itu. Beberapa politisi senior – termasuk walikota London – telah menyampaikan dukungan supaya Inggris keluar dari Uni Eropa, dengan mengatakan perdebatan isu ini akan berlangsung sengit.

Berikut disampaikan pandangan umum yang mengkhawatirkan para pengusaha dan resiko yang meresahkan para investor yaitu.

Ketidakpastian

Pasar tidak menyukai ketidakpastian, dan kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa telah membuat pasar keuangan mulai mencari cara-cara lain untuk menyelamatkan modal mereka. Kekhawatiran utama adalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan menurunkan investasi di negara itu dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, yang tentunya akan membuat nilai tukar poundsterling pun anjlok. Pekan ini nilai poundsterling setiap hari terus turun, membuatnya 3,5% lebih lemah dibanding dolar Amerika. Satu poundsterling kini bernilai 1.393 dolar Amerika.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh HSBC – bank terbesar di Inggris – hari Rabu (24/2), nilai mata uang itu diperkirakan bisa anjlok antara 15 hingga 20 persen terhadap dolar amerika, mendorongnya ke nilai tahun 1980an, jika Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa. HSBC memperkirakan hal ini bisa mendorong kenaikan inflasi hingga 5% karena meningkatnya biaya impor bagi perusahaan dan konsumen.

Referendum itu juga memicu ketidakpastian politik. Perdana Menteri David Cameron telah mempertaruhkan begitu banyak hal untuk merundingkan kembali hubungan Inggris dengan blok itu dan kini mengkampanyekan supaya Inggris tetap berada dalam “Uni Eropa yang telah direformasi”. Walikota London Boris Johnson – salah seorang pesaing utama Cameron dalam Partai Konservatif – mendukung Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Belum ada kepastian apa yang akan terjadi jika Inggris benar-benar memutuskan keluar dari Uni Eropa karena belum ada negara dengan ekonomi maju yang melakukan hal ini sebelumnya. Hanya ketika Greenland yang keluar dari Uni Eropa tahun 1985.

Banyak ekonom sepakat Inggris akan tetap memiliki ekonomi yang dinamis, tetapi para investor khawatir dengan masa transisi yang mungkin terjadi.

Perdagangan

Uni Eropa adalah blok perdagangan utama yang mencakup 508 juta orang di 28 negara, yang gabungannya merupakan pasar ekonomi terbesar di dunia. Meskipun anggota-anggota Uni Eropa memiliki kemudahan akses atas pasar masing-masing anggota, blok itu juga menggunakan besarnya ukuran mereka untuk merundingkan perjanjian-perjanjian perdagangan yang menguntungkan dengan negara bukan anggota Uni Eropa – seperti Amerika dan China.

Ketidakjelasan syarat-syarat keluarnya Inggris dari Uni Eropa membuat para investor khawatir akan dampaknya terhadap sektor perdagangan. Bukan hanya perdagangan di dalam Uni Eropa, tetapi juga perdagangan antara negara-negara Uni Eropa dengan Amerika misalnya.

Tenaga Kerja

Keputusan untuk keluar dari Uni Eropa akan memicu kekurangan tenaga kerja karena para pekerja dari negara-negara Eropa lain bisa dikirim pulang dan mereka yang akan datang bakal dikenai pembatasan yang lebih ketat. Sektor-sektor tertentu dalam perekonomian Inggris, seperti konstruksi yang sangat tergantung pada pekerja dari belahan benua lain, mungkin akan menderita kerugian.

Keluar dari Uni Eropa juga berarti mengancam industri jasa yang berorientasi ekspor, yang mencakup sekitar 30% GDP Inggris. Para investor khawatir Inggris akan dikecualikan dari apa yang disebut sebagai “paspor layanan”, yang memungkinkan profesi-profesi tertentu di Inggris – seperti pengacara dan akuntan – bisa bekerja di negara-negara Uni Eropa. Tetapi beberapa profesi tertentu akan sulit mendapat pekerjaan di benua itu.

Inflasi

Terus terkoreksinya nilai poundsterling akan memicu inflasi, yang saat ini berhasil diredam. Jika inflasi meningkat, Bank of England akan berupaya menaikkan suku bunga untuk menutup kenaikan harga. Namun kenaikan suku bunga juga akan menimbulkan dampak pada ekonomi, karena membuat pinjaman menjadi lebih mahal.

Investasi

Inggris menarik banyak investasi asing. Itu berarti Inggris punya defisit anggaran berjalan paling besar di dunia maju, sekitar 4,7% GDP.

Inggris adalah penerima investasi asing langsung terbesar di Uni Eropa, sekitar 20% dari seluruh pendanaan. Tetapi ada keprihatinan bahwa investor mungkin akan menarik modal mereka – dan memindahkan markas besar mereka – ke Eropa jika Inggris tidak lagi menjadi anggota Uni Eropa. [em/ii]

Menteri Keuangan Inggris George Osborne Ahad (26/6) menyatakan dirinya akan merilis pandangan ekonomi pemerintah London terkait hasil referendum keluarnya negara ini dari Uni Eropa.

Osborne mengatakan, hal ini dilakukan untuk memberi jaminan ketenangan kepada pasar finansial. Statemen ini dirilis untuk menjamin stabilitas finansial dan ekonomi menyusul hasil referendum di Inggris.

Indeks pasar saham hari Jumat pasca pengumuman hasil referendum Brexit anjlok sekitar dua triliun dolar. Sementara nilai mata uang Inggris, Poudsterling mencicipi penurunan paling rendah selama 31 tahun terakhir.

Rakyat Britania Raya pada 23 Juni 2016 memberikan suara mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa saat referendum dengan perolehan suara 52 persen. Suara ini mengakhiri keanggotaan 43 tahun negara ini di Uni Eropa. Meski demikian Inggris masih harus melalui fase resmi keluar dari organisasi ini dan selanjutnya London memiliki waktu dua tahun menggelar perundingan terkait syarat keluarnya dari Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond hari Ahad menekankan, London tidak ingin tergesa-gesa keluar dari Uni Eropa saat ini dan masih ingin mengakses pasar tunggal Eropa. Hammond mengingatkan, Departemen Luar Negeri Inggris berharap masih dapat mengakses pasar tunggal Eropa setelah negara ini keluar dari Uni Eropa.

Statemen Hammond ini dirilis di saat berbagai Bank Sentral dan pasar global menuntut langkah-langkah untuk menghadapi dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Ketua Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde hari Ahad saat sidang di negara bagian Colodaro, Amerika Serikat menilai langkah bank sentral dan pasar global menghadapi dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa sangat urgen. Lagarde mengatakan, pasar finansial menganggap ringan hasil referendum Brexit di Inggris. Ketua IMF ini mengingatkan, terjadi pergerakan keras, tiba-tiba dan cepat yang memicu merosotnya nilai mata uang Pound.

Sebelum referendum pengamat IMF memperingatkan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa untuk jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif bagi produksi dan pendapatan negara ini serta London akan mengalami kerugian besar, karena kendala baru di sektor perdagangan, investasi dan kapasitas produksi negara ini akan terancam.

Menteri Keuangan Inggris George Osborne mengeluarkan dokumen 200 halaman hari Senin (18/4) mengenai untung-rugi jangka panjang keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Menteri Keuangan Inggris George Osborne mengatakan keluar dari Uni Eropa adalah “perbuatan yang sangat melukai diri sendiri” yang dapat merugikan setiap rumah tangga hingga $ 6.100 setahun sebelum tahun 2030.

Osborne mengeluarkan dokumen 200 halaman hari Senin (18/4) mengenai untung-rugi jangka panjang keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa. Ia mengatakan kepada BBC, Inggris akan lebih miskin secara permanen kalau Inggris meninggalkan Uni Eropa, dan ia yakin negara itu lebih kuat, lebih aman dan lebih sejahtera dalam blok tersebut.

Jepang merupakan negara pertama yang menunjukkan reaksi atas hasil referendum Inggris dan menuntut pengawasan ketat pasar valuta asing. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe hari Senin (27/6) meminta Menteri Keuangan, Taro Aso mengikuti dari dekat pasar valuta asing dan jika diperlukan mengambil langkah pengamanan. Abe tiga hari pasca referendum Brexit di sidang mendadak pemerintah dan Bank Sentral Jepang mengatakan, ancaman terhadap pasar finansial masih tetak eksis. PM Jepang menekankan, seluruh upaya untuk menciptkan stabilitas di pasar harus tetap dilanjutkan.

Hari Senin di pasar valuta Asia, nilai mata uang Pound terus merosot. Anjloknya nilai mata uang Pound sebesar 11 persen merupakan dampak pertama dari suara mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sementara para pengamat menilai hasil Brexit ini juga memiliki dampak jangka panjang bagi ekonomi London. Menurut berbagai lembaga dan pakar finansial serta ekonomi, menurunya ekonomi Inggris sebesar enam persen dan ancaman posisi London sebagai salah satu pusat finansial dunia termasuk dampak dari referendum ini.

Suara mendukung sebesar 52 persen rakyat Inggris ke Brexit, terlepas dari dampak politiknya, mengindikasikan bahwa keputusan ini akan menimbulkan dampak luas bagi ekonomi dan finansial negara ini. Menurut para pengamat, pihak yang kalah dari referendum ini bukan hanya Inggris, namun Uni Eropa juga terkena imbasnya dan bahkan berpotensi pada kehancuran solidaritas politik dan ekonomi organisasi ini. (MF)

Sehingga dampak bagi indonesia   adalah  proses dan hasil referendum yang dilakukan di Inggris pada tanggal 23 Juni 2016. Hasil tersebut merupakan cerminan kehendak mayoritas rakyatInggris. Hasil referendum akan melahirkan tatanan politik dan ekonomi baru di Inggris dan Eropa. Namun demikian dampak langsung referendum tersebut baru akan terlihat setidaknya 2 tahun ke depan.

“Hasil referendum di Inggris tidak serta merta langsung berlaku, karena pasal 50 treaty on European Union harus di aktifkan dan proses negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa harus berlangsung untuk menyepakati Withdrawal Agreement,” tegas Menlu Retno dalam rilisnya, Sabtu(25/6/2016)

“Hubungan Inggris dan Uni Eropa ke depan akan ditentukan dan diatur dalam Withdrawal Agreement seperti terkait isu-isu mengenai tarif perdagangan, freedom of movement of people, pengaturan keuangan dan status hukum Inggris dalam berbagai perjanjian internasional UE dengan negara lain akan ditentukan dalam Withdrawal Agreement,” jelas Menlu RI.
Dari segi politik dampak langsung bagi Indonesia atas hasil referendum Inggris akan sangat terbatas. Prioritas kemitraan Indonesia-Inggris maupun kemitraanIndonesia-Uni Eropa tidak akan berubah. “Indonesia meyakini hasil referendum tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia-Inggris dan menjadi kepentingan bersama kedua negara untuk terus memupuk kerja sama di berbagai bidang strategis,” tutur Menlu RI.
Sedangkan dari segi kerja sama ekonomi dampak dari hasil referendum masih harus mencermati tindak lanjut dari hasil Withdrawal Agreement Inggris-Uni Eropa.

“Dampak terhadap berbagai perjanjian yang ada antaraIndonesia dengan UE maupun Inggris seperti status Inggrisdalam skema RI-UE CEPA dan FLEGT License baru akan terlihat setelah disepakatinya Withdrawal Agreement Inggris-Uni Eropa,” sebut Menlu RI. Inggris merupakan mitra strategis Indonesia sejak tahun 2012. Nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 2,35 milyar (2015) dan nilai investasi Inggris di Indonesia mencapai US$ 503,2 juta (2015) serta jumlah wisatawan Inggris ke Indonesia tercatat sebesar 69.798 wisatawan pada tahun 2015.

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa tidak akan berdampak secara langsung bagi Indonesia. “Efeknya bagi kita sebenarnya tidak besar, tapi spirit proteksi itu akan terjadi di banyak negara,” kata Kalla di Jakarta pada Jumat, 24 Juni. Dalam sebuah referendum bersejarah, Inggris telah memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit, atahju Britain to Exit). 52 persen rakyat Inggris memilih opsi keluar dibanding tetap bersama Uni Eropa. Menurut Kalla, Indonesia akan tetap menjaga hubungan baik dengan Inggris dan Uni Eropa tanpa dipengaruhi sentimen kemenangan Brexit.

“Indonesia sama saja sebenarnya. Mengekspor ke Inggris dan mengekspor ke Uni Eropa sama saja. Efeknya lebih banyak terjadi di internal Uni Eropa,” ujarnya. Ia mengatakan, sentimen negatif untuk meningkatkan proteksi juga dapat terjadi antara Inggris dan Amerika Serikat yang selama ini memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan Uni Eropa. “Apalagi kondisi ekonomi di Amerika juga sedang bermasalah,” kata dia.

Meskipun tidak berdampak besar bagi Indonesia, Kalla mengakui Brexit akan menyebabkan sentimen negatif bagi investor asing yang menanamkan modalnya di Inggris, termasuk investor asal Indonesia.

“Itu (Brexit) bisa juga menyebabkan kebijakan-kebijakan yang sama di banyak negara, buktinya investasi di Inggris dari asing sekarang mulai menurun karena mereka tidak bisa bebas masuk Eropa, jadi terjadilah saham-saham yang jangkauannya luas menjadi negatif,” ucapnya.

Hubungan bilateral kedua negara tetap sama

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dampak hasil referendum Brexit bagi politik Indonesia sangat terbatas.Prioritas kemitraan Indonesia dengan Inggris, maupun kemitraan Indonesia-Uni Eropa tak akan berubah.

“Indonesia meyakini hasil referendum tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia dengan Inggris dan menjadi kepentingan bersama kedua negara untuk terus memupuk kerja sama di berbagai bidang strategis,” ujar Retno melalui keterangan tertulis pada Jumat, 24 Juni.

Sementara, terkait kerja sama di bidang ekonomi, kata Retno, Indonesia masih harus menilai tindak lanjut dari Withdraw Agreement Inggris-Uni Eropa.

“Indonesia memiliki perjanjian kerja sama dalam kemitraan komprehensif CEPA dan FLEGT License,” kata dia.

Lagipula, hasil referendum di Inggris tidak serta merta langsung berlaku, karena pasal 50 treaty on European Union harus diaktifkan dan proses negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa harus berlangsung untuk menyepakati Withdrawal Agreement.

‘Tidak banyak perdagangan dengan Inggris

Mantan Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu mengatakan dampak langsung dan jangka pendek tidak terasa bagi Indonesia.

“Karena perdagangan kita dengan Inggris tidak terlalu banyak,” kata Mari kepada Rappler, Jumat.

Namun menurutnya, dalam jangka pendek akan terjadi kerentanan di pasar uang.

“Mata uang poundsterling dan euro akan memimpin dalam aliran kerentanan pasar uang ini. Mata uang dolar AS akan menguat. Tentu dampaknya rupiah melemah,” ujar Mari.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, meski Inggris keluar dari Uni Eropa, bukan berarti ekonomi negeri tersebut akan membaik, mengingat saat ini mayoritas perdagangan Inggris adalah dengan negara-negara Uni Eropa.

“Bila keluar dari Uni Eropa, Inggris pasti akan mulai mencari-cari penghambat perdagangan dengan Uni Eropa,” kata Darmin.

Pelajaran bagi Indonesia dan ASEAN

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) tidak akan berdampak langsung bagi kinerja pasar modal Indonesia.

“Saya rasa dampak Brexit tidak langsung dan tidak signifikan,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Kamis, 23 Juni.

Tito mengatakan bahwa dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih harus dicermati secara menyeluruh. Apabila tidak ada perubahan drastis terhadap perekonomian global, maka efek negatifnya tidak akan terasa.

“Harus dilihat seberapa besar negara-negara Uni Eropa itu terganggu kalau Inggris jadi keluar,” katanya.

Menurut Tito, negara-negara yang akan terkena efek negatif langsung adalah negara seperti Yunani, karena ketika Inggris masuk ke dalam Uni Eropa, negara itu yang merasakan dampak positifnya, yakni mata uangnya meningkat.

Namun, Tito mengakui bahwa referendum Inggris tersebut memang sempat memengaruhi bursa global dalam beberapa hari terakhir. Jadi, faktor waspada tetap harus dijalankan.

“Brexit bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia terkait hubungannya dengan negara-negara di ASEAN. Harus ada kesepahaman antara sesama anggota ASEAN untuk saling menguntungkan. Munculnya referendum itu karena Inggris merasa untung jika berjalan sendiri,” ujarnya.—Rappler.com

Sumber:

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160624_trensosial_brexit

http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160624152859-134-140703/dampak-brexit-bagi-uni-eropa-dari-ekonomi-hingga-imigrasi/

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160627_dunia_inggris_ekonomi

http://bisnis.liputan6.com/read/2539505/ini-dampak-inggris-hengkang-dari-uni-eropa

http://www.idntimes.com/rizal/brexit-inggris-keluar-dari-uni-eropa-ini-dampaknya

http://www.tribunnews.com/internasional/2016/06/25/inggris-keluar-dari-uni-eropa-apa-dampaknya-bagi-indonesia

http://international.sindonews.com/read/1119371/41/ini-yang-terjadi-jika-inggris-hengkang-dari-uni-eropa-1466739958

http://parstoday.com/id/news/world-i13144-dampak_ekonomi_dan_finansial_keluarnya_inggris_dari_uni_eropa

http://www.voaindonesia.com/a/apa-dampaknya-jika-inggris-keluar-dari-ue-/3209001.html

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160624_indonesia_dampak_brexit

http://www.rappler.com/indonesia/137476-efek-brexit-indonesia

 

 

 

 

dislocation refers to a construction in which a referential constituent occurs in a special, intonationally and/or grammatical separate part of the clause (sometimes described as “outside the clause”)

  • A dislocation construction (also called detachment construction) is a sentence structure in which a referential constituent which could function as an argument or an adjunct within a predicate-argument structure occurs instead outside the boundaries of the clause containing the predicate, either to its left (left-dislocation, henceforth LD) or to its right (right-dislocation, henceforth RD). (Lambrecht 1994:1050)

Examples

For example, in English sentence My aunt, she died when I was six the noun phrase my aunt could be the subject of the clause (My aunt died when I was six) but is left-dislocated instead and its position within the clause is occupied by a coreferential pronoun she. He’s a lier, that John is a sentence with a right-dislocated element (that John).

Instead of dislocation, various other terms have been proposed in the literature. The left dislocated constituent has been called theme (Dik 1997) or topic (Lambrecht 1994), whereas the right-dislocated constituent has been named tail (Dik 1997) or antitopic (Lambrecht 1994).

ENGLISH

DISLOCATION

Starting from post tea Dhini Renata that corrects errors Liverpudlian use of the term to refer to supporters of LFC, the discussion then developed into a thorough discussion about the Liverpudlian word itself. Albert Shadrach, one member BIGREDS was urun information to

later became the initial idea made this document. This document is expected to be able to give a good knowledge of the group members ini.Berikut is an excerpt from the information bung Albert with a slight adjustment of paragraphs: Liverpudlian LIVERPOOL CITY RESIDENTS ARE MEAN. None of the quotes / merchandises / chants / yells LFC official who mentions the word “Liverpudlian” which refers to the sense supporter. And LFC supporters called KOPITE (read: Kopayt), while the plural form is Kopites (read: Kopayts). So where does all this kaprahan misunderstanding come from?

In the chant “Poor Scouser Tommy”, there are lyrics: “Oh, I am a Liverpudlian. And I come from The Spion Kop “. This was the beginning of the kaprahan misunderstanding in INDONESIA.

What? In Indonesia?

Yes, that’s right, only in Indonesia we hear LFC supporters call themselves Liverpudlian. In other countries there is no misguided, they call themselves Kopites. The meaning of the lyrics was: This is Tommy the British troops sent to Libya during World War II. And every Dog Tag will be listed on Where she Division, and dicantumkanlah that he comes from the division in the city of Liverpool. That is why before he died, he said that he was a Liverpudlian (citizens Liverpool). However, his love of LFC made a dying Tommy was still proudly claimed as a KOPITE (LFC supporter), saying that he was not only as citizens of the city of Liverpool alone, but he comes from The Spion Kop

The Spion Kop (one of the stands at Anfield stadium the most captious ngchants at the time).

With limited information in Indonesia, especially in the 1970s – early 1980s where young people only know football abroad through World In The News, and the final game of football only occasionally broadcast live by TVRI in the mid-1980s, coupled with a more easily memorize words Liverpudlian (because it has a closer arrangement of letters that Liverpool) than “Kopites”, and coupled with the level of high kaprahan misunderstanding in the use of the word in Indonesian society, making deployment mistake the meaning of “Liverpudlian” is becoming increasingly fast, and instead shift the Kopites as correct term , Especially then compounded also by the nature of all of us who “already wrong, insisted anyway”. And also the character of “let the error persists because do not want to bother”, and also the character “joke-joke around each error”.

Finally in the mid-1990s when private TV where competition broke out, ending the RCTI single triumph with his Decoder, then came the idea to broadcast live Premier League football match by one Director of TV at that time. And the TV presenter match in Indonesia often mentions the word “Liverpudlian” as he chattered about LFC supporters.

The influence of the media is very broad, and eventually brainwash young children rata2 new high school or college during the era of the mid 1990s. This Mereka2 often gather after classes and eventually expanding also due to misuse of the word “Liverpudlian” is. When meeting other people who use the t-shirt / attribute LFC, will kindly called: “oh, you Liverpudlian too well?” Is increasingly making use of this silly continues. Until a peak is Twitter in the present.

So, where did it originate Kopites term?

Yeah, right. Referral word that comes from THE KOP, or The Spion Kop (one of the stands at Anfield stadium). Initially, the use of the term is attributed to orang2 Kopites descent Scandinavia, especially laborers Norwegian ship, which many docked in Liverpool. They are more rugged, drunks, but rather “hard-line” in supporting the football team (when it is more preferred by Liverpudlian Everton – Liverpool -in comparison townspeople new-emerging team shirts, LFC). While the use of the term The Kop is sourced from the award of the soldier victims of the Second Boer War, where many British soldiers who were killed came from the city of Liverpool.

Well, in its development, LFC seemed more interesting to observe, so the Liverpudlian (townspeople Liverpool) started pinning term Kopites into themselves, because they also merge into the atmosphere to support LFC. And with the passage of time, of history for the sake of history inscribed by LFC, finally came the LFC supporters called for the non – Liverpudlian, not a citizen of the city of Liverpool, as wools.

The nickname is “little” pejorative, in the sense that: Wools can only support via TV in the country, did not attend every home match at Anfield, or do not hang out regularly in THE ALBERT (Pub opposite the Kop). Proponents LFC (Kopites) incidentally is now a Liverpudlian (townspeople) and no longer workers overseas ships, even largely a scouser (sub-race / ethnicity accent). So that at the height of the LFC affected the wide world, then the use of the nickname “Wools” for non-residents LFC supporter of Liverpool became more widespread. AND IF YOU STILL USE THE TERMS insistent “Liverpudlian” when you later to Anfield, then be prepared to be ridiculed by some unscrupulous Kopites were drunk.

Usually they instantly recognize us as a tourist (tourists), they will be friendly to greet us, and if you really love LFC, then say: “I am a Liverpool FC Kopite too, by the way,” and they will be more friendly and familiar, greet with the answer: “Oh, so you are a Wool, glad to hear that. It’s ring a bell for sure. Another pin, mate? “.

But imagine if mistake-kaprahan use “Liverpudlian” this happens, then they will instantly recognize your English accent that jelas2 so not air-scouser, and they (when drunk) will mock you ask your issuing ID Card (KTP) of the city of Liverpool.

Misconceptions use of words in Indonesian, and uptake of foreign languages ​​into Indonesian is easy tolerated. And as fellow Kopites, of course, the Liverpudlian (townspeople Liverpool) – if not the person who was drunk – will serve us with a friendly, especially our status as a tourist, as Wools (LFC supporters who came from outside the city of Liverpool, and even abroad).

Finally, in order to establish a relationship, IF YOU ASK like this: “I support LFC, but I am not a citizen of the city of Liverpool. Can I call myself as a Liverpudlian? “, Then for their hospitality, the people of Liverpool city will reply:” Oh, of course, be “to appreciate your introduction. This then causes EVOLUTION OF LANGUAGE. LFC fans in Indonesia very much, and almost all of them referred to them as a Liverpudlian, and not Kopites. Please do not call you Wools, as it is “indirect ridicule”. And coupled with the term Evertonian for Everton FC fans among the Liverpudlian (townspeople Liverpool). Finally, use of the label “Liverpudlian” became very informed among the tourist. In the cynical language, the Kopites will “yaaaaaaaa, yaaaaaaaa, whatever” if you mengaku2 as Liverpudlian (when the intention is as Kopites).

So dimaklum her, eventually becoming increasingly informed, mistake-kaprahan increasingly continues, and even “imprinted” by someone (non Scouser) into the dictionary unofficial LFC that → Liverpudlian are citizens of Liverpool, but because there Evertonian (supporting EFC), then Liverpudlian also can mean as fans (fans) LFC. Remember, fans … FANS, and not as meaningful as Kopites supporters / supporters.

Based on this answer, then we are all more intelligent, aware, and understand. It is not about “agree or disagree”. It is not about “tolerance or alibi is not acceptable”. This is absolutely the misguided habits in the use of foreign languages.

Remember, the culture of football in England exceed football culture in other countries. No need to be denied, because everyone already knows who the founder of the nation’s sporting one.

KAPRAHAN misunderstanding LANGUAGE USE WILL CONTINUE TO CONTINUE AND SPREADS, stay out of yourself, if you want more intelligent, or you are stubborn and stubborn and did not want more enlightening knowledge.

Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite TranslatorGlobal Market Finder

Turn off instant translationAbout Google TranslateMobileCommunityPrivacy & TermsHelpSend feedback

sumber:http://www.glottopedia.org/index.php/Dislocation

http://hildaramadhan18.blogspot.com/

There are a lot of cultural differences among Indonesian and American. I will explain these matter in introductions, family values and educational attitudes.

Introductions

The Americans use eye contact and handshaking in their introduction with all people. They assume that eye contact is the polite side if talking to someone. Besides that when shaking hands, they shake firmly and briefly. They do not like making the prolonged handshaking.

Different from Indonesians, in introductions, they have some styles of handshaking and eye contact. It depends of the age and the gendre. If someone meet another one who same gendre and age, make handshaking and eyecontact is common and polite. Different way if a man wants to know a girl, he has to carefull, because there is a girl who doesn’t do handshaking. It based on the religion. Eye contact doesn’t need if they are talking to elder people whom they have to kiss the elders’ hands. It is impolite in Indonesia.

Talking about using of titles in introductions. In America using the title in the name is based on the status or age. The people of lower status and age have to call Mr, Prof, Dr, or Mdm with the second, last or the family name. In out of the office or classroom, they prefer to call their professor with the nick name or the first name. It is commonly in informal situations.

It is very different from Indonesia. Either formal or informal situations the students must call their teacher with the title. It is so impolite if they call their teacher’s name without title Mr or Mdm.

Small talk in Americans’ intoductions are about the general informations. It is like asking “What do you do?”, “Are you a student in here?”, and exactra. It is impolite and not customary if asking about personal identity, such as “Are you single?” or “Have you have a boyfriend?”.

The Indonesians do the opposite of those. They always give personal questions after introduction. The questions contain asking about statue, address, until number of mobile phone. It is very common.

In aditional, the Americans always greet each other (although they do not know each other) at a glance even make us feel have a fellow human being. Say hello, chat briefly about the weather or the child is still the custom in the middle of the more individualistic American society. The Indonesians never done something like that because of another reasons. The first is because they do not now each other. The second is because of arroganisme attitude. The last is because just that the Indonesian’s culture.

Family Values

When the Americans is still child, they are taught to independent either in their life themselves or in money. They have accustumed to earn money in their young age. The American children work to be babysitter in another’s home in adult age. The babies also learn about independent life. They are accustumed to stand up and take something by themselves.

Indonesian’s babies always get special act from their parents. The parents always give the things that their children want. In additional, when the wife still in pregnancy, the husband have to do also his wife asking. When the babies in child until adult, they still in responsibility of their parents. There is no earn money by themselves.if they want to buy something, just asking to their parents.

In many families in America, the children (18 until 21 years) is given freedom to make decision by themselves. Usually they leave their home to life independently.

Indonesia children in 18 until 21 years still depend on their parents. All goal of life is based on parents’ decision. Sometimes there are some children who cannot agree with they parents. It makes conflict, because the parents command to follow their decission without hear what their children want.

Educational Attitudes

The students in America almost dominate all of time in the class. The teacher or professor just being a fasilitator who control the discussion. Another tutors make an isue and the students respon it with different idea. Usually, before entering the class, the students prepare their materials first. In preparing, they make a group discussion, look for the books which is to be the topic, and make a lot of argument and questions by themselves.

Indonesia students always be a passive. They just listening and taking notes while the teacher explain about the material. It is almost hapenned in all of part Indonesia.

The teachers in America are very fair. Although they have relationship with the students, it doesn’t mean that the students will have special behaviour. If there is a task, all of the students have to submit it on time.

Different way in Indonesia. The students who have family relationship with their teachers, sometimes get special attitude. The teachers prefer to give more attention to them. There is no punishment if that students do a mistake.

The Americans students is addressed to be a grad whose intellectual cannot be changed by machine. While in Indonesia the people still do daily work, both by hand and production machines, because the education make them to be the consumers.

Cheating on the test, plagiarizing in written work, and presenting others’ idea as original are all prohibited in America. They are taught to be honest in each aspects. They have to make an argument or article by their own word. They have been usual to be creative people.

As we know, indonesia is the second plagiator in the world. The Indonesian copy-paste anothers’ pruduct either in national examination, making poster, film, shirt, or in making homework. It is so embrassed. Young generation have made cheating attitudes as a habit. Furthermore, when they become an elder people, they cannot make a new program with their own inovation.

The students will be cooperative and competitive in America class. They will compete to be the best grade with possitive way, such as to be active in class. If one of their friend be the best, they will give congratulation to him/her. Then they are going to study hard to get the best one next semester.

In Indonesia class, the students seldom act like that. If their friends get the best score, they will not give congratulation. Sometimes there is congratulation, but there is no from in the deep heart.

Those are the example of different culture between Indonesian and American.

SUMBER: http://kelasa12110untad.blogspot.com/2011/12/cultural-comparison-between-indonesian.html

http://ardian-dc.blogspot.com/2011/04/perbedaan-sistem-pendidikan-di.html

http://www.embassyofindonesia.org/ina-usa/education.htm

http://nina-gusnedy.blogspot.com/2011/04/differences-of-education-indonesia-and.html

1.Surat Menyurat
Pengertian 

Buku Dasar-Dasar Kesekretariatan dan Kearsipan, mengemukakan :
Surat merupakan alat komunikasi tertulis yang efektif, sebagai bahan dokumentasi penting yang sewaktu-waktu dapat dijadikan bahan bukti tertulis. (Drs. E. Martono, 1985).

Selanjutnya dalam buku Manajemen Sekretaris :

Surat adalah komunikasi tertulis yang berasal dari satu pihak dan ditujukan kepada pihak lain untuk menyampaikan warta atau pesan dengan menggunakan kata-kata yang bersifat umum dan jelas, dapat dimengerti maksud dan tujuannya serta tepat sasaran (Drs. Saiman, M.Si, 2002).

Secara umum surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertulis kepada pihak lain baik atas nama pribadi (sendiri) ataupun karena kedinasan. Surat juga merupakan wakil resmi dari yang mengirim untuk membicarakan masalah yang dihadapi. Secara singkat dapat diketemukan bahwa surat adalah alat komunikasi penting dalam tata kerja tata usaha. Apabila terjadi hubungan surat menyurat secara terus menerus dan berkesinambungan, maka kegiatan ini disebut surat menyurat atau lazimnya korespondensi.

Jenis – jenis Surat
Surat secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat dinas, dan surat niaga apabila ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya. Sedangkan apabila digolongkan berdasarkan berdasarkan pemakaiannya dapat dibagi menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat resmi, dan surat dinas.

1. Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Surat dapat berupa korespondensi antara sesama teman atau keluarga. Ciri – ciri :
Tidak menggunakan kop surat

Tidak ada nomor surat

Salam pembuka dan penutup bervariasi

Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis

Format surat bebas

  1. Surat Resmi
    Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan resmi, baik perseorangan, instansi, maupun organisasi; misalnya undangan, surat edaran, dan surat pemberitahuan. Ciri – Ciri :

Menggunakan kop surat apabila dikeluarkan organisasi

Ada nomor surat, lampiran, dan perihal

Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim

Penggunaan ragam bahasa resmi

Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi

Ada aturan format baku

  1. Surat Niaga
    Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga seperti industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwintansi, dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga internal dan surat niaga eksternal. lah satu contoh dari surat niaga adalan surat penawaran dan surat penagihan.

    4. Surat Dinas
    Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi. ungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi

    5. Surat Lamaran Pekerjaan
    Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat dan dikirimkan oleh seseorang yang ingin bekerja di sebuah kantor, perusahaan ataupun instansi tertentu. Surat lamaran pekerjaan termasuk surat dinas atau resmi. Oleh karena itu, terdapat aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan dalam penulisannya. Secara umum surat memiliki bagian-bagian seperti berikut ini.

    Hal – Hal Yang Berhubungan Dengan Suat Menyurat

    Surat-surat dinas dikantor sekolah mempunyai fungsi, baik keluar maupun kedalam, yaitu sebagai :
    (1) alat komunikasi ( wakil dari pengirim/penulis surat);
    (2) alat bukti tertulis;
    (3) pedoman kerja dalam mengambil tindakan lebih lanjut;
    (4) alat pengukur kegiatan kantor sekolah;
    (5) alat bukti historis atau alat pengingat;
    (6) sarana memperpendek jarak (fungsi abstrak).

    Contoh Jenis – Jenis Surat

    1. Surat Dinas/Resmi

    Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang berisi hal-hal yang berhubungan dengan kedinasan/kegiatan dinas sebuah instansi pemerintah. Pada umumnya, surat ini menggunakan bahasa yang baku/resmi dan mencantumkan kop/kepala surat

    KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
    PUSAT PENELITIAN ARKEOLOGI NASIONAL
    BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA
    Jalan Gedong Kuning 174, Kota Gede, Yogyakarta
    ———————————————————————————

    Nomor        : 235/F9/6/N/2011                                                  5 Juni  2011
    Hal             : Pemberian Bantuan Foto Benda
    Cagar Budaya

    Yth. Kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan
    Provinsi Jawa Tengah
    di  Prambanan, Jawa Tengah

    Dengan hormat,

    Berkenaan dengan surat Saudara Nomor 217/H/P/2011, tanggal 12 Mei 2011, dengan ini kami memberitahukan  bahwa kami bersedia menyediakan foto-foto objek benda cagar budaya Kabupaten Cilacap yang ada di Balai Arkeologi Yogyakarta untuk pameran kepurbakalaan di Kabupaten Cilacap  pada bulan Juli 2011. Foto-foto cagar budaya itu adalah:
    1.    Situasi bangunan di dalam Gua Adipala, Cilacap,
    2.    Situasi benteng Klingker di Pulau Nusakambangan,
    3.    Situasi tiang di tengah bagian Benteng Klingker.
    Atas kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

    Hormat kami,

    Alif Pratama

    2. Surat Dagang/Niaga

    Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan penawaran/permintaan barang-barang atau berhubungan dengan kegiatan dagang. Sama halnya dengan surat dinas/resmi, surat ini juga menggunakan bahasa yang baku/resmi dan mencantumkan kop/kepala surat.
    PT JASA SUKSES TAHU DAN TEMPE
    Jalan Cikoko Barat IV, Jakarta Selatan
    ———————————————————————————

    Nomor       : 153/PJS/V/11                                                         18 Mei 2011
    Hal            : Penawaran Tahu dan Tempe

    Kepada Perkumpulan Warung Nasi Tegal
    Jalan Janeti Raya Nomor 34
    Jakarta

    Untuk  memenuhi kebutuhan warung-warung nasi tegal di daerah Jakarta akan tempe dan tahu yang bermutu tinggi, dengan ini kami memperkenalkan diri sebagai   perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan tahu dan tempe dengan mutu baik.

    Dalam memproduksi tahu dan tempe,  kami menggunakan alat-alat modern. Kami dapat menjamin mutu dan kebersihannya. Melalui surat ini, kami menawarkan dan  mempersilakan Saudara  untuk mencoba produk tahu  dan tempe produksi  perusahaan kami yang akan  dikirim melalui pegawai kami.

    Di bawah ini kami cantumkan harga tahu dan tempe agar Saudara dapat mempertimbangkan atau membandingkan dengan harga tahu dan tempe dari perusahaan lain.
    Tempe kualitas A                   Rp 4.500,00 per kg
    Tempe kualitas B                   Rp 3.500,00 per kg
    Tahu kualitas A                     Rp 5.500,00 per kg
    Tahu kualitas B                     Rp 5.000,00 per kg

    Kami melayani pesanan, baik dalam jumlah banyak maupun sedikit, dengan syarat berlangganan. Kami juga berusaha untuk memuaskan pelayanan  dengan mengirimkan  produk  yang  Saudara pesan  dengan tepat waktu.
    Sambil menunggu pesanan Saudara, kami mengucapkan terima kasih.

    Hormat kami,

    Alditama Kurniawan

    3. Surat Pribadi
    Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang dibuat/dikirim oleh seseorang sebagai pribadi, baik kepada perorangan yang tidak bersifat kedinasan, maupun kepada organisasi/lembaga. Pada umumnya, surat pribadi bersifat personal/tidak resmi, bebas, menggunakan bahasa sehari-hari, dan berisi masalah-masalah pribadi.

    Jakarta, 9 Mei 2011
    Teruntuk  Azria Husna
    Di tempat

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Halo Zia, apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu, ya. Semenjak lulus SD, tidak ada kesempatan lagi untuk bertemu. Fi, bagaimana keadaanmu di SMP Negeri 155? Apakah kamu senang bersekolah di sana? Ya, di sana banyak teman kita.

    Alhamdullillah, aku di SMP Negeri 115. Aku amat senang! Walaupun hanya tiga orang dari sekolah kita yang berhasil masuk Smabel. Tapi, di sini aku banyak mendapat teman baru yang amat baik dan juga kakak-kakak kelas yang sayang pada adiknya. Apalagi dengan kakak-kakak OSIS dan MPK. Wah, aku kagum sekali dengan Alyssa Haula Syaqilla! Kalau kamu mau mendengar pengalaman ku selama di Smabel, kamu boleh menanyakannya kepadaku. Atau, main saja ke rumahku.

    Ngomong-ngomong, aku sangat rindu pada SD kita  dan teman-teman kita waktu SD. Apakah ada acara pertemuan atau reuni angkatan 31? Kalau tidak ada, kita buat acara sendiri saja, yuk. Undang teman-teman kelas 6A. Mumpung bulan Juni nanti banyak waktu liburan. Oh, iya kak Kahlil angkatan 30 yang pintar itu mencalonkan diri sebagai ketua OSIS lho!
    Sekian dulu, ya! Sampai jumpa!

    Sahabatmu,

    Afifah Wardah

  1. CV (Curriculum Vitae)

 Pengertian

CV (Curriculum Vitae) atau daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya. Di beberapa negara, suatu CV biasanya merupakan hal utama yang dijumpai seorang majikan potensial tentang pencari kerja dan sering digunakan untuk menyaring aplikan (orang-orang yang melamar kerja secara daring) ketika mencari pekerjaan, biasanya dilanjutkan dengan wawancara.

Hal – Hal yang berhubungn dengan CV

1. Data Pribadi
Bagian ini berisi nama, alamat, agama, email, nomor telepon dan identitas pribadi lainnya.

2. Pendidikan
Bagian ini menjelaskan latar belakang pendidikan dan berhubungan dengan pekerjaan yang dituju. Pada umumnya, banyak yang  membuat CV menjelaskan dari TK (Pendidikan paling dasar), SD, SMP sampai perguruan tinggi (Pendidikan terakhir).

3. Pengalaman Kerja
Bagian ini adalah bagian yang paling dilihat oleh perekrut kerja. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Rekruter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang.

4. Skill Yang Dimiliki
Seharusnya pada bagian ini perlu dijelaskan dalam CV skill apa saja yang telah dimiliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Dan dibuat dalam bentuk yang meyakinkan dan informatif.

5. Training Yang Pernah Diikuti
Untuk lebih meyakinkan lagi, perlu memasukkan daftar training yang pernah diikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana pemilik CV telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki.

6. Prestasi
Ini adalah bagian yang penting disamping pengalaman kerja yang menjelaskan keunikan,
kelebihan dan presetasi sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu.

7. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan
Selain hal-hal yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Pada CV juga perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa pemilik CV bisa membagi waktu dan memiliki hubungan sosial  yang lebih luas, tidak hanya sebatas di lingkungan pekerjaan

Contoh CV

Curriculum Vitae

Data Pribadi
Nama                                             : Karina Zulkarnai
Tempat, Tanggal lahir                    : Jakarta, 03 November 1986;
Agama                                           : Islam;
Alamat rumah                                : Jl. Wahyu II, No. 10 J, Gandaria Selatan, Jakarta selatan
Nomer telepon                               : 0899123123 (mobile phone);
Email                                             : karinazulkarnain@gmail.com

Riwayat Pendidikan

Ø  Pendidikan Formal:
·         2004 sampai dengan 2008      :  Jurusan Ilmu Teknologi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, lulus dengan IPK 3,52;
·         2001 sampai dengan 2004      :   SMA Negeri 25 Jakarta;
·         1998 sampai dengan 2001      :   SLTP Negeri  68 Jakarta;
·         1992 sampai dengan 1998      :   SD Negeri Nambangan Asih Mulya, Jakarta;

Ø  Pendidikan Non Formal:
·         2011    : Dekorasi Taman pada Park Decoration Club
·         2005    :  Pelatihan ilmu komputer dan web developer

Riwayat Organisasi
·         2005 sampai dengan 2006    : Ketua Himpunan Profesi di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi
·         2002 sampai dengan 2003    : Ketua OSIS di SMA Negri 25 Jakarta

Pengalaman
·        Periode 01 Agustus s/d 31 Agustus 2008       : Kuliah Kerja Lapang (KKL) di Balai Pengawas Obat dan Makanan

Keahlian Komputer
·         Microsoft Office (MS. Word, MS. Excel, MS. PowerPoint) dan Internet.

Demikian Curriculum Vitae ini saya buat dengan sebenar-benarnya, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Hormat saya,

Karina Zulkarnain S.Tpg
SUMBER;

Sumber – Sumber :
http://likin-sam.blogspot.com/2013/04/jenis-surat-beserta-contohnya.html
https://docs.google.com/document/d/1oZLr7MiTCsTyAdCjspudWTcp0BpVyBp82pBNeQqse48/edit
http://id.wikipedia.org/wiki/Surat
http://wiharsono.wordpress.com/2011/02/28/arti-surat-menyurat/
http://frackasyster.blogspot.com/2013/05/contoh-curriculum-vitae-bahasa-indonesia.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Curriculum_vitae
http://wulanaqsari01.blogspot.com/2014/06/curiculum-vitae.html

http://santozagustinus.blogspot.com/2014/06/cv-curriculum-vitae-surat-menyurat.html

RANCANGAN USULAN PENELITIAN

Rancangan usulan penelitian

A.Manfaat rancangan usulan penelitian
1)Sebagai kerangka operasional penelitian (blue print)
2)Menegaskan kedalaman (intensitas) dan keleluasaan (ekstensitas) penelitian.
3)Memperkirakan penelitian yang akan dihadapi dan rancangan alteratif penyelesaiannya.
4)Mengetahui kelemahan hasil penelitian

B.Bentuk rancangan usulan penelitian

Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis. Misalnya
a.Skripsi
b.Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c.Karangan ilmiah
d.Tesis magister/disertasi doctor
e.Laporan proyek

Bobot dan mutu akademis karangan ilmiah hasil penelitian itu dapat dikaji dan dinilai dari 6 aspek :
1.Aktualitas masalah
Masalah yang diformulasikan haruslah masalah yang masih hangat diperbincangkan/upto date dan banyak mencari perhatian para ahli untuk dicari jawabannya serta juga harus nyata adanya

2.Relevansi manfaat praktis
Jawaban masalah yang dikemukakan bernilai prakktis, sehingga hasil penelitian bedaya guna serta menjangkau masyarakat luas. Kesimpulan- kesimpulan yang ditarik harus mantap dan saran-sarannya menarik perhatian dan beralasan kuat

3.Metodologi penelitian akurat
bObot mutu akademis karya tulis hasil penelitian itu ditentukan juga oleh adekuasi rancangan penelitian, instrumentasi dan pengukuran, metodologi penulisannya juga ikut menentukan bobot nilai/ mtu akademis karya tulis ilmiah

4.Orisinalitas penelitian
Penelitian disebut orisinal bila bahan dan atau metode yang digunakan belum pernah dilakukan oleh peneliti lain, setidak-tidaknya menurut jangkauan informasi yang tersedia. Dengan kata lain walaupun bahan sama tetapi metodenya beda, maka penelitian itu dianggap penelitian orisinal dan juga sebaliknya jika bahan beda tapi metode sama itu juga digolongkan penelitian orisinal

5.Sumbangan terhadap ilmu pengetahuan
Penelitian yang bersipat integratif dan konprehensif yaitu penelitian yang hasilnya merupakan kebulatan dan menyeluruh

6.Sistematika penyusunan karya tulis
Ketajaman logika (way of thinking) dan urutan serta kaitan logika (flow of thought) ini mengarahkan sistematika dan jelasnya pokok persoalan dalam karya tulis, apabila materi yang terkumpul dikomunikasikan secara konsisten dengan menjaga relevansi setiap aspek, sedemikian sehingga kalimat yang satu berhubungan dean berkaitan maka komunikasi yang dibuat akan lebih epektiif
rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses penyusunan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah berikutnya, dan makalah adalah hasil akhirnya.

Rancangan usulan penelitian ini memberi gambaran secara menyeluruh tentang pokok masalah yang hendak diteliti, teori dan konsep serta data yang dipakai untuk melakukan penelitian; cara penelitian dilakukan dan hasil yang diharapkan akan dicapai. Rancangan usulan penelitian ini dipakai untuk menilai apakah seorang itu bisa mulai melakukan penelitian secara mandiri

Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :
1.Bagian Awal
a.Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
b.Identitas penyusun rancangan.
c.Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.

2.Bagian Utama
Bagian utama meliputi :
a.Rasional dari judul yang dipilih.
b.Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.
c.Tujuan dan kegunaan penelitian.
d.Kerangka pemikiran teoritis.
e.Rancangan hipotesis, jika dipakai.
f.Metode penelitian.
g.Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi.
h.Jadwal penelitian.

3.Bagian Akhir
a.Daftar pustaka sementara.
b.Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.
Uraian terperinci mengenai unsur-unsur pokok itu akan disaksikan pada Bab III.

C.ISI RANCANGAN USULAN PENELITIAN

A.Bagian Awal
1.Judul
Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :
Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi

2.Identitas Penulis
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.

3.Tanggal Pengajuan, ditulis :
Diajukan kepada Program Pascasarjana
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
pada tanggal
………………………….. 20………

B.Bagian Utama
1.Perumusan Masalah
Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur pokok lain. Didalam perumusan masalah inilah akan terlihat kesiapan akademik penyusunan rancangan usulan penelitian itu. Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :
a.Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.
b.Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
c.Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar.
Rasional dari judul yang dipilih. Memberikan nalar dan pembenaran terhadap pemilikan dan perumusan judul yang dipilih. Pada bagian ini dapat dilengkapi dengan pertanyaan penelitian, hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi. Uraian tentang perkiraan hasil (kuantitatif/kualitatif) yang diperkirakan akan dicapai. Diuraikan pula masalah atau hambatan yang diperkirakan akan dihadapi yang dapat mempengaruhi untuk penelitian.

2.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.

3.Kerangka Pemikiran Teoritis
Fasal kerangka pemikiran teoritis memuat garis-garis besar pemikiran teoritis, termasuk telaah pustaka yang akan menuntun penyusun dalam membangun teori yang akan disajikan dan diuji dalam rangka penyusunan disertasi.

4.Hipotesis
Hipotesis, jika ada, hendaklah dirumuskan dengan tepat dan jelas dalam kalimat berita (kalimat deklaratif) tentang sikap ilmiah yang diambil terdapat masalah yang hendak diteliti.

5.Metode Penelitian
Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a.Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
B.Penjelasan tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
c.Metode pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.
d.Bahan-bahan yang akan dipakai, kalau ada.
e.Alat-alat perlengkapan yang akan dipakai, kalau ada.
f.Teknik atau model analisis yang akan dipakai.
g.Rancangan aturan-aturan untuk menerima atau menolak hipotesis.

6.Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
a.Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan.
b.Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan.
c.Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing.

C.Bagian Akhir
1.Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian.

Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
a.Untuk buku :
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul buku
4.Nama penerbit
5.Tempat penerbitan.

b.Untuk jurnal :
1.Nama penulis
2.Tahun penerbitan
3.Judul tulisan
4.Nama jurnal
5.Jilid ( dan nomor )
6.Halaman

c.Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.
d.Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.

2.Daftar Riwayat Hidup
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a.Nama lengkap dan derajat akademik
b.Tempat dan tanggal lahir
c.Pangkat dan jabatan
d.Riwayat pendidikan tinggi
e.Karya ilmiah
f.Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
g.Penghargaan ilmiah, bila ada.

SUMBER :
http://pasca.its.ac.id/dataq/file_content/File/pedoman_usulan_disertasi.doc

PERTANYAAN :
1. Apa manfaat rancangan usulan penelitian ?
a.Sebagai kerangka operasional penelitian (blue print)*
b.Tidak mempunyai suatu kerangka
c.Tidak dapat mengetahui kelemahan penelitian
d.Tidak meneggakan intensitas dan eksistensi

2. Berikut ini contoh rancangan usulan penelitian , kecuali adalah ..
a.Skripsi
b.Makalah untuk seminar, symposium , dan pertemuan ilmiah lainnya.
c.Karangan ilmiah
d.Puisi*

3. Berikut ini yang termasuk bentuk rancangan usulan penelitian adalah …
a.Bagian awal , utama , dan akhir*
b.Bagian tengah , awal , dan akhir
c.Bagian barat , timur ,dan  utara
d.Bagian tengah dan awal

4. Di bawah ini yang termasuk isi rancangan usulan ilmiah pada bagian awal adalah..
a.Perumusan masalah
b.Judul*
c.Kerangka pemikiran teorotis
d.Metodologi penelitian

5. Hal-hal apa saja yang harus ada dala identitas penulis pada bagian awal …
a.Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital*
b.Pekerjaan
c.Umur
d.Pendidikan

Sumber ;

http://herlinaaoctaviana.blogspot.com/2014/05/rancangan-usulan-penelitian.html

Menulis Laporan

LAPORAN

Laporan adalah suatu cara komunikasi di mana penulis menyanpaikan informasi kepada pihak lain karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Pada umumnya laporan berbentuk tertulis, karena berbentuk tulisan, laporan merupakan suatu dokumen yang menyampaikan informasi mengenai seluruh masalah yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil.

Laporan memiliki fungsi sebagai:

–     Pertanggung jawaban bagi orang yang diberi tugas;

–     Landasan pimpinan dalam mengambil kebijakan / keputusan;

–     Alat melakukan pengawasan bagi pimpinan;

–     Dokumen untuk bahan studi serta sumber pengalaman bagi orang lain.

Laporan merupakan salah satu jenis karya ilmiah yang harus memenuhi syarat : objektif, lengkap, tepat waktu, dan menggunakan bahasa resmi (baku).

Laporan merupakan karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah memiliki ciri-ciri :

1.      Menarik (masalah yang dibahas harus menarik)

2.      Objektif (harus sesuai dengan fakta yang ada)

3.      Sistematis (mudah dipahami/dimengerti pembaca)

4.      Argumentatif (dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya)

5.      Lugas (bahasa yang digunakan efektif dan logis)

A.     Macam-macam Laporan

Laporan ditinjau dari bentuk dan maksudnya dibedakan atas :

1.      Laporan berbentuk formulir isian

       Laporan ini biasanya digunakan untuk menyampaikan hal yang bersifat rutin dan sering berbentuk angka-angka. Pembuat laporan cukup mengisi data sesuai dengan tuntutan formulir.

2.      Laporan berbentuk surat

       Bentuk laporan ini sama dengan surat resmi pada umumnya.

3.      Laporan berbentuk memorandum

       Laporan berbentuk memorandum atau memo (saran, nota, catatan pendek mirip laporan berbentuk surat, namun biasanya lebih pendek). Laporan ini biasanya dipergunakan untuk suatu laporan yang singkat di dalam intern organisasi, misalnya antara atasan dan bawahan.

4.      Laporan perkembangan dan laporan keadaan

       Laporan perkembangan (progress report) pada prinsipnya berbeda dari laporan keadaan (status report). Laporan perkembangan bertujuan untuk menyampaikan perkembangan, perubahan atau tahapan yang telah dicapai. Sedangkan laporan keadaan mengandung konotasi bahwa tujuan laporan adalah menggambarkan kondisi yang ada pada saat laporan dibuat.

5.      Laporan berkala

       Laporan berkala atau laporan periodik. Laporan berkala dapat dibuat dalam bentuk formulir isian atau bentuk memorandum.

6.      Laporan laboratoris

       Laporan laboratoris adalah laporan yang menyampaikan hasil percobaan atau kegiatan yang dilakukan di dalam laboratorium.

Sistematika laporan laboratoris biasanya sebagai berikut :

1)      Halaman judul;

2)      Objek, atau tujuan;

3)      Teori : menyangkut teori mana yang diterapkan;

4)      Metode : yang dimaksud dengan metode di sini adalah prosedur yang ditempuh;

5)      Hasil-hasil yang dicapai dalam percobaan dengan menggunakan metode di atas;

6)      Diskusi atas hasil yang telah dicapai dalam percobaan;

7)      Simpulan ;

8)      Apendiks ;

9)      Data asli.

       Bagian-bagian diatas tidak mutlak dan bergantung pada standar yang digunakan. Adakalanya bagian teori, metode, atau diskusi tidak dicantumkan.

7.      Laporan buku (resensi)

B.     Bahasa Laporan

Bahasa yang dipergunakan dalam sebuah laporan formal haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Sintaksis / tata kalimat (bahasanya) teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata lain, antara satu kalimat dengan kalimat yang lain.

Gaya bahasa yang dipakai didalam laporan disesuaikan dengan bahasa teknis, disiplin ilmu. Bahsa yang digunakan bersifat objektif impersonal, dan tidak boleh memihak atau dengan kata lain bahasa laporan adalah bahasa lugas, sehingga mudah dipahami pembaca.

Penggunaan kata ganti orang pertama (saya, kami) dan kedua harus dihindari, kecuali penggunaan “kami” untuk laporan yang bersifat institusional (badan atau satuan tugas).

C.     Laporan Formal

Laporan formal ialah laporan yang memenuhi ciri-ciri formal sebuah buku. Sistematika laporan formal adalah sebagai berikut :

Bagian Pelengkap Pendahuluan (Introductory Part)

Yang berisi:

1.      Judul : judul, maksud dan tujuan, identitas penyusun, lokasi dan tahun. Judul yang panjang ditulis ke dalam beberapa baris dengan mempertimbangkan kesatuan makna, dan biasanya berbentuk piramida terbalik.

2.      Pengesahan /persetujuan berisi tempat, tanggal, nama dan tanda tangan pengesahan.

3.      Motto: kata mutiara atau semboyan jika dipandang perlu.

4.      Persembahan (jika dipandang perlu) : pernyataan bahwa karya tersebut ditujukan untuk orang tertentu.

5.      Prakata/ kata pengantar berisi : ucapan syukur, maksud/ tujuan karya dibuat, ucapan terima kasih, harapan-harapan yang biasanya berupa permohonan kritik dan saran, harapan manfaat, tempat dan tanggal penyelesaian, penyusun.

6.      Daftar isi.

7.      Daftar tabel, daftar grafik, dan daftar gambar bila ada.

8.      Abstrak/ ikhtisar: intisari keseluruhan isi laporan yang mencakup latar belakang, tujuan, pendekatan/ metode yang dipakai, dan hasil penelitian.

Bagian Isi (Body of Report)

Berisi:

1.      Pendahuluan (Bab I) yang berisi: Latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, pendekatan untuk mengupas masalah, metode perolehan data, ruang lingkup/ sistematika laporan.

2.      Isi (batang tubuh laporan) berisi uraian objek yang dilaporkan, disusun dalam beberapa bab. Banyak sedikitnya bab tergantung pada objek / kegiatan yang dilaporkan.

3.      Penutup: merupakan bab terakhir, berisi ringkasan / simpulan dan saran/ rekomendasi.

Bagian Penunjang/ Pelengkap Penutup (Suplementary Part)

Bagian ini terdiri atas:

1.      Daftar pustaka

2.      Lampiran-lampiran

3.      Indeks: daftar istilah secara alfabetis beserta keterangan pada halaman berapa istilah tersebut digunakan.

Unsur dari bagian-bagian laporan di atas tidak harus ada semua. Hal itu bergantung pada kebutuhan dan urgensinya. Bila bagian-bagian laporan tersebut di atas ada yang dihilangkan maka disebut laporan informal.

Bahasa laporan formal

Bahasa laporan formal merupakan bahasa yang resmi (baku), jelas teratur, bersifat objektif, impersonal dan tidak boleh memihak.

Contoh laporan formal

–     laporan tugas akhir

–     laporan penelitian

–     laporan karya wisata

–     laporan studi banding

PENULISAN NOMOR BAB DAN BAGIAN-BAGIANNYA

Di dalam penulisan nomor (penomoran) bab dan bagian-bagiannya kita dapat menggunakan sistem digital/desimal, atau sistem campuran. Tata cara penomeran menurut Kasmadi dkk. (2001: 28-29) adalah sebagai berikut :

a.      Jika kita menggunakan penomoran sistem digital/ desimal, maka menurut ketentuan lama hanya digunakan satu jenis angka, yaitu angka biasa, sedangkan menurut ketentuan baru digunakan dua jenis angka, yaitu angka Romawi besar dan angka biasa dengan ketentuan bahwa :

i.        untuk nomor bab digunakan satu digit (dalam ketentuan lama digunakan angka biasa, sedangkan dalam ketentuan baru digunakan angka rumawi besar) dan diikuti / diakhiri tanda titik;

ii.       untuk nomor pasal digunakan dua digit (digit pertama adalah nomornya bab, dan digit kedua adalah nomornya pasal) dengan diantarai/disisipi oleh tanda titik,tetapi tanpa diakhiri tanda titik seperti pada nomor bab;

iii.      untuk nomor ayat digunakan tiga digit (digit pertama nomornya bab, digit kedua nomornya pasal, dan digit ketiga adalah nomornya ayat) dan diantara ketiga digit itu disisipkan tanda titik, tetapi tidak perlu diakhiri tanda titik seperti pada penomoran bab;

iv.     untuk nomor anak ayat dan seterusnya, setiap kali terjadi perincian ditambahkan satu digit dengan disisipi satu tanda titik dan tanpa diakhiri tanda titik seperti pada penomoran bab;

BAB I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

…………………………………………………..

1.2  Tujuan

…………………………………………………….

Contoh

b.      Jika kita menggunakan penomoran sistem campuran, maka:

i.        untuk nomor bab digunakan angka Rumawi besar dan diikuti tanda titik;

ii.       untuk nomor pasal digunakan huruf kapital dan diikuti tanda titik;

iii.      untuk nomor ayat digunakn angka biasa dan diikuti tanda titik;

iv.     untuk nomor anak ayat digunakan huruf kecil dan diikuti tanda titik;

BAB I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

……………………………………………………………..

B.    Tujuan

……………………………………………………………..

Contoh:

D.     Laporan Nonformal

Laporan yang tidak memenuhi ciri-ciri formal sebuah buku disebut laporan nonformal. Laporan nonformal dianggap memenuhi syarat jika memuat semua informasi/ data/ fakta yang diperlukan. Laporan tersebut mencakup 5W + 1H (what = apa, who = siapa, where = di mana, when = kapan, why = mengapa, dan how = bagaimana).

Contoh kerangka / format laporan nonformal:

A.     Laporan Diskusi

1.      Topik atau masah yang didiskusikan

2.      Tujuan diakusi

3.      Pelaksana dan peserta diskusi

a.  Narasumber yang menyampaikan pokok-pokok pikiran, pemakalah atau pemrasaran yang menyampaikan makalah atau penulis.

b.  Moderator  yang memimpin diskusi.

c.  Notulis, penulis yang mencatat pertanyaan, pendapat serta   tanggapan berkaitan dengan makalah yang dibahas.

d.  Peserta diskusi.

4.      Materi diskusi yang berupa makalah dan hasil pembahasannya

5.      Tempat, waktu dan penyelenggara diskusi

Untuk mempermudah permohonan membaca laporan, laporan lengkap diskusi dapat disajikan dengan sistematika sebagai berikut :

1.      Pendahuluan

(a)   Latar belakang diskusi

(b)   Tujuan diskusi

(c)   Topik atau masalah diskusi

(d)   Tempat, waktu dan peserta diskusi

2.      Hasil diskusi

(a)   Pokok-pokok materi sajian diskusi yang disampaikan oleh pemakalah atau pembahas, penulis, pikiran peserta ramu  pendapat.

(b)   Pertanyaan-pertanyaan serta tanggapan yang disampaikan oleh peserta diskusi (floor).

3.      Simpulan

Simpulan dapat berisi:

(a)  Simpulan hasil diskusi yang disarikan dari pokok-pokok pikiran pemakalah, penulis, pembahas, atau pikiran-pikiran peserta ramu pendapat (jika diskusi dalam bentuk ramu pendapat).

(b)   Masalah-masalah yang belum tuntas pembahasannya (bila ada).

(c)   Saran-saran tindak lanjut hasil diskusi.

4.      Lampiran

Lampiran berupa

(a)   Makalah

(b)   Acara diskusi

(c)   Panitia diskusi

(d)   Daftar hadir peserta

B.     Laporan Hasil Wawancara

1.      Pendahuluan

Yang perlu dipaparkan dalam dalam bagian pendahuluan adalah :

(a)   Latar belakang kegiatan wawancara

(b)   Tujuan wawancara

(c)   Diskusi dan orang-orang yang diwawancarai

(d)   Waktu dilaksanakan wawancara

2.      Isi

Bagian ini berisi :

(a)     Hasil wawancara yang menguraikan informasi tentang berbagai hal yang terkait dengan pokok-pokok masalah.

(b)    Uraian mengenai analisis atau penafsiran tentang berbagai hal berdasarkan informasi hasil wawancara.

3.      Penutup

(a)     Simpulan

(b)    Saran-saran

C.     Laporan Praktikum/ Percobaan

1.      Judul Praktikum

2.      Pelaksanaan (tempat, tanggal, jam)

3.      Langkah kerja

4.      Data yang diperoleh

5.      Simpulan

D.     Laporan Buku (Resensi)

1.      Pendahuluan:

–     Judul

–     Pengarang

–     Penerbit

–     Tahun terbit

–     Tebal buku

2.      Isi : berisi ikhtisar/ ringkasan buku.

3.      Simpulan : penilaian tentang aspek-aspek yang menarik, kelebihan dan kekurangan dari segi isi, bahasa, sistematika.

4.      Saran : karya tersebut perlu dibaca atau tidak.

E.     Laporan Kunjungan / Perjalanan

Laporan Kunjungan / Perjalanan berisi :

1.      Judul (Laporan Kunjungan ke ….)

2.      Tujuan kunjungan.

3.      Lama kegiatan,waktu, dan jadwal kegiatan.

4.      Bentuk dan jenis kegiatan.

5.      Hasil yang diperoleh, misalnya : gambaran keadaan/ situasi lokasi.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENULIS LAPORAN PERJALANAN

Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum melakukan perjalanan, di antaranya adalah mengetahui tempat yang Anda tuju, merumuskan tujuan perjalanan dan merinci hal-hal yang hendak dilaporkan.

1.      Mengetahui tempat yang hendak dituju.

Anda perlu mengetahui tempat yang hendak tuju. Apakah tempat/ objek itu merupakan tempat umum dan khusus. Jika tempat yang hendak dituju/ dikunjungi merupakan tempat khusus tentunya memerlukan izin khusus untuk mengunjunginya.

2.      Menyatakan Tujuan kedatangan/ kunjungan

Anda perlu menjelaskan asal Anda, dan apa tujuan Anda. Anda perlu bertanya kepada instansi terkait, apakah diperlukan persyaratan khusus untuk mengunjungi tempat/ objek tersebut.

3.      Menyiapkan Alat-alat Observasi

Siapkanlah sesuatu buku catatan untuk mencatat hasil observasi Anda di lapangan. Jika mungkin bawalah alat-alat lain yang dapat membantu kerja pengamatan Anda, misalnya kompas, pita, tape recorder atau kamera.

4.      Melaksanakan pengamatan

Lakukan pengamatan dari berbagai segi baik secara umum maupun secara detail. Pengamatan umum memberi kesan menyeluruh dari pandangan depan, samping atau dari atas. Pengamatan secara detail memberikan hasil pengamatan yang lebih teliti tentang cir-ciri atau bagian-bagian khusus sesuatu yang Anda teliti.

5.      Mencatat hasil pengamatan

Cara mencatat hasil pengamatan :

a.      Catatlah hasil pengamatan Anda pada buku yang sudah disiapkan.

b.      Catatlah secara singkat hasil pengamatan Anda. Laporan selengkapnya Anda pikirkan nanti pada saat Anda menulis laporan. Bila perlu buat sket atau gambar yang dapt mengingatkan Anda menyusun laporan secara detail.

c.      Saat Anda berada di lapangan dan Anda mempunyai pikiran, pertimbangan, komentar, atau masalah. Berilah tanda tanya (?) untuk hal yang meragukan dan berikan tanda (!) untuk hal-hal yang telah membuat Anda yakin, karena hal itu Anda dapatkan berkali-kali.

d.      Tulislah laporan pengamatan Anda segera setelah Anda kembali dari tempat pengamatan. Pusatkan pengamatan Anda pada apa yang telah Anda saksikan, dengar dan amati langsung di lapangan dengan bantuan catatan, rekanan gambar dan lain-lain.

Ciri­­-ciri Laporan

  1. Ringkas.
    Dalam laporan yang ditulis hanya mengemukakan hal-hal pokok secara ringkas yang berhubungan dengan tugasnya sehingga penerima laporan segera mengetahui permasalahannya.
  2. Lengkap.
    Laporan dapat semakin sempurna jika dilengkapi dengan bibliografi atau sumber kepustakaan.
  3. Logis.
    Laporan dianggap logis jika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal.
  4. Sistematis.
    Laporan dianggap sistematik jika keterangan yamg tulisannya disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan.

 

 

MACAM-MACAM LAPORAN

  1. Laporan Berbentuk Formulir Isian

Laporan berbentuk formulir isian adalah laporan yang sudah memiliki bentuk baku berupa formulir, sehingga penerima laporan dengan mudah dapat membaca dan memahami keterangan yang dimuat dalam formulir itu.

Contoh Bentuk Laporan formulir isian, yaitu :

  1. Laporan Berbentuk Surat

Bila sebuah laporan tidak banyak mengandung tabel, angka atau sesuatu hal lain yang digolongkan pada tabel dan angka, maka bentuk yang paling umum dipergunakan adalah laporan berbentuk surat. Laporan berbentuk ini tidak banyak berbeda dengan sebuah surat biasa, kecuali bahwa ada sesuatu subyek yang ingin disampaikan agar dapat diketahui oleh penerima laporan. Jika penulis laporan mempergunakan bentuk surat dalam laporannya, maka nada dan pendekatan yang bersifat pribadi memegang peranan yang penting, seperti halnya dengan surat-surat lainnya.

Contoh Laporan Berbentuk Surat, yaitu :

v:shapes=”_x0000_i1026″>

  1. Laporan Berbentuk Memorendum

Laporan yang berbentuk memorandum( saran, nota, catatan pendek) mirip dengan laporan berbentuk surat, namun biasanya lebih singkat. Biasanya digunakan untuk suatu laporan yang singkat dalam bagian-bagian suatu organisasi, atau antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja dan seringkali bermanfaat utuka suatau laporan yang bersifat formal.

Contoh Laporan berbentuk Memo, yaitu :

v:shapes=”_x0000_i1027″>

  1. Laporan Berkala

Laporan semacam ini selau dibuat dalam jangka waktu tertentu. Dalam bentuk sederhan, laporan semacam ini dapat dibuat dalam bentuk formulir-formulir isian, atau dalam bentuk memorandum.

Contoh Laporan Berkala, yaitu :

v:shapes=”_x0000_i1028″>

  1. Laporan Laboratoris

Tujuan laporan laboratoris adalah menyampaikan hasil dari percobaan atau kegiatan yang dilakuakan dalam laboratoria. Oleh sebab itu laporan ini seringkali memuat percobaan-percobaan yang telah dilakukan.

Persyaratan bagi pembuat laporan

–       Kesesuaian bidang ilmu penulis laporan atau salah satu anggota tim penulis dengan laporan ilmiah yang ditulisnya. Hal ini berkaitan dengan karakter metode ilmiah yang digunakan dalam laporan ilmiah tersebut.

–       Bagi penulis laporan ilmiah pemula, dapat melihat contoh-contoh laporan ilmiah lain yang memiliki banyak kesamaan kebutuhan dari isi laporannya, atau memastikan apakah dari pemberi perintah memberi suatu pagu sistematika tersendiri.

–       Kesediaan intelektualnya untuk selalu membuka pikiran terhadap hal-hal yang baru, dan memungkinkan untuk mengubah keyakinan intelektualnya.

Persyaratan bagi Pembuat Laporan menurut Mukayat Brotowidjojo:

–       memiliki pengetahuan tangan pertama;

–       memiliki sifat tekun dan teliti;

–       bersifat objektif;

–       kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan;

–       kemampuan mengatur fakta secara sistematis;

–       pengertian akan kebutuhan pembaca.

Bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis:(a) skripsi, (b) makalah untuk seminar, simposium, diskusi dan pertemuan ilmiah lainnya, (c) karangan ilmiah untuk dipublikasikan dalam jurnal, annual, atau transaksi, (d) tesis Magister (MSc, MS), tesis PhD., atau disertasi Doktor., (e) laporan proyek atau laporan kerja sama antarinstansi atau antarnegara, dan sebagainya. Setiap maksud tujuan penulisan laporan ilmiah tersebut memiliki sistematika, bahkan standar penilaian tersendiri.

dalam rumusan lain:

– kesesuaian bidang ilmu penulis laporan;

– bagi pemula dapat melihat contoh laporan ilmiah lain;

– kesediaan membuka pikiran.

  1. Kerangka Karangan Laporan Ilmiah

PRAKATA

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN

SINOPSIS

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan

1.3 Kerangka Teori

1.4 Ruang Lingkup

1.5 Sumber Data

1.6 Metode dan Teknik

BAB II ANALISIS/PEMBAHASAN

2.1 ….

2.2….

2.3 …

2.3.1 ….

2.4 ….

BAB III SIMPULANDANSARAN

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

INDEKS

Kerangka Laporan Teknis.

PRAKATA

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan

1.3 Hasil yang diharapkan

1.4 Pelaksana

1.5 Penahapan dan Jadwal

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 ….

2.2….

2.3 ….

2.3.1 ….

2.3.2….

2.4 ….

BAB III URAIAN KEGIATAN

3.1 .…

3.2 .…

3.3 .…

3.3.1 .…

3.3.2 .…

3.4 .…

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

LAPORAN ILMIAH

  1. Pengertian Laporan Ilmiah

Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.
Dasar Membuat Laporan Ilmiah

Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :

  • Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
  • Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
  • Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
  • Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
  • Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
  1. Jenis-jenis Laporan Ilmiah

    Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :

    a. Laporan Lengkap (Monograf)

  2. Artikel Ilmiah
  3. Laporan Ringkas
    Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

    3. Fungsi Laporan Ilmiah

  • Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
  • Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
  • Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
  • Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
  • Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).
  • Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
  • Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
  • Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.

Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.

Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.

  1. macam-macam laporan
    a.laporan berbentuk formulir isian
    laporan ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai.

    b. laporan berbentuk surat
    laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat.

    c. laporan berbentuk memorandum
    laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja.

    d. laporan perkembangan dan keadaan
    laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.

    e. laporan berkela
    laporan berkela dibuat secara rutin (harian,mingguan,bulanan,tahunan) misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi.

    f. laporan laboratoris/hasil penelitian
    laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium.

    g. laporan formal/semi formal
    laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal.

    5. Ciri – Ciri Laporan yang baik

    Laporan yang baik mendukung beberapa hal antara lain:

  • Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku).
  • Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
  • Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
  • Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
  • Adanya kesimpulan dan saran
  • Laporan dibuat menarik dan juga interaktif
  1. Syarat Laporan Ilmiah

Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
  2. Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
  3. Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
  4. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
  5. Tulisan disusun dengan metode tertentu
  6. Tulisan disusun menurut sistem tertentu
  7. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

Sumber;

http://bald-gugungondrong.blogspot.com/2013/05/pengertian-tujuan-manfaat-jenis-dan.html

http://elokrohmawati.blogspot.com/2013/01/menulis-laporan.html

http://dessymarantika7.blogspot.com/2014/05/macam-macam-laporan.html

http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/29/menyusun-laporan-ilmiah/
http://ilmucerdas.wordpress.com/profil/cara-penulisan-laporan-ilmiah/
http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html
http://repository.binus.ac.id/content/A0282/A028263511.ppt

http://zufraenimochammad.blogspot.com/2013/01/laporan-ilmiah.html

http://muhammadazman12.blogspot.com/

http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html

http://asendra.blogspot.com/2013/05/laporan-ilmiah-tugas-bahasa-indonesia-2.html

Pengertian karangan

  1. 1. Pengertian karangan
    Karangan adalah suatu karya tulis dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikan melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.

    A. Jelaskan macam-macam karangan
    – Karangan Fiksi adalah karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang.
    – Karangan Faktual adalah karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Karangan faktual biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan informatif. untuk :

Karangan ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Karangan informatif adalah karangan yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan.

  1. Jelaskan sifat karangan
    – Manusiawi   : Ungkapan pemikiran manusia dengan tulisan yang hanya di miliki oleh manusia tersebut.
    – Pribadi        : Di saat proses menulis karangan tersebut hanya bias dilakukan oleh satu orang dan hasil dari penulisan karangan tersebut adalah cerminan kepribadian satu orang.

    C. Jelaskan bentuk karangan, bentuk karangan terdiri dari :

Cerita atau NARASI adalah karangan yang berisi tentang rangkaian peristiwa yang susul-menyusul sehingga membentuk alur cerita.

Lukisan atau DESKRIPSI adalah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengarkan hal tersebut.

Paparan atau EKSPOSISI adalah karangan yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topic dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan.

Bincangan atau ARGUMENTASI adalah karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data/fakta/konsep sebagai dasar/alasan/bukti.

 

Pengertian Karangan Ilmiah

 

Karangan merupakan karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan mengungkapkan pemikiran dan menyampaikannya melalui media tulisan kepada orang lain untuk dipahami. Sedangkan karangan ilmiah menurut Brotowidjoyo adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.

Jadi, karya ilmiah adalah suatu tulisan yang didalamnya membahas suatu masalah yang dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan data yang dapat dari suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes labolatorium ataupun kajian pustaka dan dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah,yang dikatakan dengan pemikiran ilmiah disini adalah pemikiran yang logis dan empiris.

Bentuk karangan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Sedangkan jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Ciri-Ciri Karangan Ilmiah

Ciri-ciri karangan ilmiah yaitu:

  1. Sistematis, artinya mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya;
  2. objektif, artinya pembahasan suatu hasil penelitian  sesuai dengan yang diteliti.;
  3. cermat, tepat, dan benar;
  4. tidak persuasif;
  5. tidak argumentatif;
  6. tidak emotif;
  7. netral, artinya tidak mengejar keuntungan sendiri atau pihak tertentu;
  8. tidak melebih-lebihkan sesuatu

Isi ( batang tubuh ) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Seperti yang diungkapkan oleh John Dewey, ada 5 langkah pokok proses ilmiah.

  1. Mengenali dan merumuskan masalah
  2. Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis.
  3. Merumuska hipotesis ( dugaan hasil sementara )
  4. Menguji hipotesis
  5. Menarik kesimpulan

Karya Ilmiah PopulerPengertian

Ada beberapa pengertian dari karya ilmiah populer, yakni :

Karya ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain daripada dengan jalan menulis gagasan, pendapat, dan pernyataannya sendiri. Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri Karya Ilmiah Populer

Karya ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek, yaitu :

  1. Struktur. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan.
  2. Komponen dan Substansi. Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
  3. Sikap Penulis. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal.
  4. Penggunaan Bahasa.Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Sementara itu menurut Wardani (2006 : 1.6) ciri-ciri karya Ilmiah yaitu :

  1. Dari segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, deskripsi tentang sesuatu atau pemecahan suatu masalah.
  2. Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori-teori yang telah diketahui kebenaranya.
  3. Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisan.
  4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan istilah teknis, di samping istilah yang bersifat denotatif.
  5. Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.

Sedangkan ciri-ciri karya ilmiah populer menurut Hakim (2004 : 57) diurutkan sebagai berikut :

  1. Bahan berupa fakta yang objektif.
  2. Penyajian menggunakan bahasa yang cermat, tidak terlalu formal tapi tetap taat asas, disusun secara sistematis, serta tidak memuat hipotesis.
  3. Sikap penulis tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan.
  4. Penyimpulan dilakukan dengan memberikan fakta.

Bentuk Karya Ilmiah Populer

Bentuk karya ilmiah populer antara lain artikel, esai, dan feature. Dilihat dari bahasanya, biasanya artikel menggunakan bahasa jurnalistik, esai menggunakan bahasa sastra, dan feature menggunakan keduanya, bergantung kepada jenis featurenya. Feature pengetahuan banyak menggunakan ragam jurnalistik, namun feature human interest lebih banyak menggunakan ragam sastra.

  1. Jelaskan ciri-ciri karangan ilmiah popular
    Karangan ilmiah popular adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan jenis semiilmiah biasa dinamai ilmiah popular.
    Ciri-ciri karangan ilmiah popular :
    –   Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
    –   Fakta yang disimpulkan subyektif.
    –   Gaya bahasa formal dan popular.
    –   Mementingkan diri penulis.
    –   Melebihkan-lebihkan sesuatu.
    –   Usulan-usulan bersifat argumentative dan bersifat persuasif.

Pengertian, Ciri, dan Bentuk Karangan Nonilmiah

Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Contoh Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan nonilmiah. Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.

Perbedaan

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis_menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Perbedaan_perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.

Pertama,karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.

Kedua,karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah_langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga,dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan_perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semi-ilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semi-ilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah_istilah umum daripada istilah_istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semi-ilmiah.

Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel,  feature,kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.

Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.
Karya nonilmiah bersifat
(1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
(2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
(3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif .
(4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti..
SUMBER  :

http://aji-yugo.blogspot.com/2011/12/pengertian-karangan.html
http://nasi99.wordpress.com/2011/04/15/macam-macam-karangan-dan-pengertiannya
http://eko-ahp.blogspot.com/2010/10/karangan-ilmiah-ilmiah-populer-dan.html
http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_6471.html
http://alfa-wardianto.blogspot.com/2012/10/karangan-ilmiah-pengertian-ciri-ciri.html
http://sarrahjennonica.blogspot.com/2013/04/tugas-bahasa-indonesia-2-softskill.html

Sumber: http://mizan92.wordpress.com/2013/04/22/tugas-b-indo-chapter-6/

http://pratamaherdian.blogspot.com/2013/04/pengertian-ciri-dan-bentuk-karangan.html

Ahp, eko. 24 Oktober 2010. Karangan Ilmiah, Ilmiah Populer, dan Nonilmiah, (Online), http://eko-ahp.blogspot.com, diakses 19 Februari 2011

Ajusniye. 19 September 2008. Perbedaan Tulisan Ilmiah Popular dengan Tulisan Ilmiah Murni, (Online), http://ajusniye.multiply.com, diakses 19 Februari 2011.

Riszki, dolly. 10 Mei 2010. Karangan Ilmiah, Non-ilmiah, dan Tidak Ilmiah, (Online), http://sidodolipet.blogspot.com, diakses 19 Februari 2011.
http://aidafiteri.blogspot.com/2012/04/pengertian-dan-ciri-ciri-karangan.html

http://dianpurnamasari1004.wordpress.com/2013/04/02/karya-ilmiah-karya-non-ilmiah-dan-karya-ilmiah-populer/

http://es-ciptanugraha.blogspot.com/2013/04/perbedaan-karya-tulis-ilmiah-populer.html

http://bayangzone.blogspot.com/2013/04/perbedaan-karya-ilmiah-populer-dan-non.html

http://sa-dan.blogspot.com/2014/04/perbedaan-karya-ilmiah-karya-ilmiah.html